Monday, May 6, 2013


BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Seperti terdapat dalam perkembangan sejarah, bahwa bimbingan dan konseling pada awalnya hanya terbatas pada bimbingan jabatan misalnya, “job selection, job placemet” dan “job training”. Dengan cara ini, efisiensi dalam pekerjaan dapat tercapai dan penepatan orang sesuai dengan kemampuan-kemampuan yang ada padanya, sehingga kesulitan-kesulitan atau persoalan-persoalan yang berhubungan denganpekerjaan dapat dihindarkan.
Di samping bimbingan jabatan seperti apa yang telah dikemukakan di atas, dirintislah bimbingan dalam segi lain, yaitu dalam segi pendidikan, seperti yang dirintis oleh Jesse B. Davis. Dengan demikian di samping adanya bibmingan dalam jabatan, yang menimbulkan “vocational guidance,” ada pula bimbingan dalam lapangan pendidikan dan pengajaran, yaitu yang merupakan ‘educational guidance’.
Kenyataan menyatakan bahwa sejahtera tidaknya seseorang tidak semata-mata bergantung kepada tepat tidaknya seseorang tidak semata-mata bergantung kepada tepat tidaknya ia menduduki dalam jabatan itu, atau juga tidak bergantung pada segi pendidikannya, tetapi juga bergantung pada keadaan pribadi dan individu yang bersangkutan. Banyak masalah yang timbul karena diri pribadi dan individu yang bersangkutan. Oleh karena itu, timbullah bimbingan yang tertuju pada keadaan pribadi seseorang, sehingga timbullah “personal guidance”. Dengan demikian, di samping bimbingan dalam segi jabatan (vocational guidance) dan bimbingan dalam segi pendidikan dan pengajaran (educational guidance), dikenal adanya bimbingan pribadi (personal guidance).
Seperti yang dikemukakan oleh Blum dan Halinsky, “Briefly, there are three major types of counseling: vocasional, education, and personal.” Artinya adalah singkatnya, ada tiga jenis utama konseling: kejuruan, pendidikan, dan pribadi.”
Oleh karena itu, secara teoritis, dapat dibedakan adanya bermacam-macam bimbingan dan konseling. Akan tetapi, secara praktis sangat sulit atau boleh dikatakan tidak memungkinkan untuk memisahkan antara satu dan yang lainnya.
Dengan demikian, bimbingan dan konseling ditujukan bagi tiap-tiap aspek dan individu, baik fisik, psikis maupun sosial dari individu yang bersangkutan. Oleh karena itu, tidak mungkin memisahkan tiap-tiap bagian dengan bagian-bagian yang lain -dengan kata lain- bagian yang satu selalu berhubungan dengan bagian-bagian lainnya. Kalau kita membedakan satu dengan yang lain, perbedaan tersebut hanyalah terletak pada titik beratnya. Bimbingan dan konseling pekerjaan tidak dapat terlepas sama sekali dari hal-hal yang berhubungan dengan pendidikan dan pribadi individu yang bersangkutan. Hanya saja, dalam hal ini, unsur pekerjaanlah yang merupakan unsur yang menonjol. Adapun dalam bimbingan dan konseling pendidikan, faktor pendidikan merupakan faktor yang menonjol.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Macam-Macam Bimbingan dan Konseling
Istilah ragam bimbingan menunjukan dalam bidang kehidupan tertentu atau aaspek perkembangan tertentu yang menjadi fokus perhatian dalam pelayanan bimbingan; dengan kata lain, tentang apa yang diberikan bimbingan. Dalam kehidupan siswa dan mahasiswa dapat dibedakan tiga bidang yang bagi mereka pentingyaitu bidan setudi akademik, bidang perkembangan kepribadianya yang menyangkut dirinya sendiri serta hubunganya dengan orang lain, bidang perencanan masa depan yang menyangkut jabatan yang akan dipangku kelak. Dilihat dari masalah individu, ada empat jenis bimbingan yaitu:
1. Bimbingan Akademik
Bimbingan akademik ialah bimbingan dalam hal menemukan cara belajar yang tepat, dalam memilih program studi yang sesuai, dan dalam mengatas kesukaran-kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan tuntutan belajar disuatu institusi pendidikan.[1]
Bimbingan akademik dilakukan dengan cara mengembangkan suasana belajr mengajar yang kondusif agar terhindar dari kesulitan belajar. Para pembimbing membantu individu mengatasi kesulitan belajar, mengembangkan cara belajar yang efektif, membantu individu agar sukses dalm belajar dan agar mampu menyesuaikan diri terhadap semua tuntutan program/pendidikan. Dalam bimbingan akademik, para pembimbing berupaya memfasilitasi individu dalam mencapai tujuan akademik yang diharapkan.[2]
Unsur-unsur program bimbingan di bidang beljar akademik
a.       Orientasi kepada siwa atau mahasiswa baru tentang tujuan institusional, isi kurikulum pengajaran, struktur organisasi sekolah, cara-cara beljar yang tepat , dan penyesuaian diri dengan corak bersekolah yang bersangkutan.
b.      Penyadaran kembali secara berkala tentang cara beljar yang tepat selama mengikuti pelajaran disekolah dan selam belajar di rumah, secara individual ataupun kelompok
c.       Bantuan dalam memilih progaram setudi yang sesuai, memilih kegiatan kegiatan non akademik yang menunjang usaha beljar dan memilih progaram setudi lanjutan ditingkat pendidikan yang lebih tinggi.
d.      Pengumpulan data tentang siswa mengenai kemampuan intelektual, bakat khusus, arah minat, serta cita-cita hidup dan pengumpulan data tentang program program sutudi di perguruan tinggi dalam bentuk brosur-brosur, buku-buku pedoman, kliping iklan disurat kabar, dan sebagainya.
e.       Bantuan dalam hal mengatasi kesulitan kesulitan belajar, seperti kurang mampu menyusun dan mentati jadwal belajar di rumah, kurang siap menghadapi ujian dan ulangan, kurang dapat berkonsentrasi, kurang mengetahui cara belajar yang tepat diberbagai bidang setudi, menghadapi keadan di rumah yang mempersulit belajar secara rutin dan dll.
f.       Bantuan dalam hal membantu kelompok-kelompok belajar dan mengatur kegiatan kegiatan belajar kelompok, supaya berjalan efisien dan efektif[3]
    2. Bimbingan Sosial Pribadi
Bimbingan sosial pribadi merupakan bimbingan untuk membantu para individu dalam memecahkan masalah masalah sosial priadi. Yang tergolong dalam masalh masalah sosial pribadi adalah masalah hubungan dengan sesama teman denaga dosen, serta staf, pemahaman sifat dan kemampuan diri, penyesuain diri dengan linmgkungan pendidikan dan masyarakat tempat mereka tinggal, dan penyelesaian konflik.
Bimbingan sosial pribadi diarah kan untuk mememantapkan kepribadoian dan memngembangkan kemmpuan individu dalam menangani masalah-masalh dirinya bimbingan ini merupakan layanan yang mengarah kan apda pencapaian pribadi yang seimbang dengan memperhatikan keunikan karakteristik pribadi serta ragam permasalan yanag di alami oleh individu.
Bimbingan sosial pribadi diberikan dengan cara mencipykan lingkunga yang kondusif, interksi pendidikan yang akrab, mengembangkan sistem pemamhaman diridan sikap –sikap yang positif, serta ketrampilan-ketrmpilansosial pribadi yang tepat.[4]
Unsur-unsur dalam bimbingan sosial pribadi
a.       Informasi tentang fase atau tahap perkembangan yang sedang dilalui siwa remaja dan mahasiwa antara lain tentang konflik batin yang dapat timbul dan cara-cara bergaul yang baik
b.      Penyadaran akan keadaan masyarakat dewasa ini yang semakin berkembang kearah masyarakat modern , antra lain apa ciri-ciri kehidupan  modern, dan apa makna ilmu pengetahuan serta teknologi bagi kehidupan masyarakat
c.       Pengaturan diskusi kelompok mengenai kesulitan yang dialami oleh kebanyakan siwa dan masiswa misal mengadpi orang tua yang taraf kehidupanya lebih rendah dari anak-anaknya
d.      Pengumpulan data yang relevan untuk mengenal kepribadian siswa, misalnya sifat sifat kepribadian yang tampak dalam tingkah laku latar belakang keluaraga dan keadaan kesehatan.
   3. Bimbingan Karir
Bimbingan karir yaitu bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan, pengembangan dan pemecahan masalah-masalah karir seperti : pemahaman terhadap jabatan dan tugas-tugas kerja, pemahaman kondisi dan kemampuan diri, pemahaman kondisi lingkungan, perencanaan dan pengembangan karir, penyesuaian pekerjaan dan pemecahan masalah-masalah karir yang dihadapi.
Bimbingan karir juga merupakan layanan pemenuhan kebutuhan perkembangan individu sebagai bagian integral dari program pendidikan. Bimbingan karir terkait dengan perkembangan kemampuan kognitif, afektif, maupun keterampilan individu dalam mewujudkan konsep dari yang positif, memahami proses pengambilan keputusan, maupun perolehan pengetahuan dalam keterampilan yang akan membantu dirinya memasuki sistem kehidupan sosial budaya yang terus menerus berubah.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan karir merupakan upaya bantuan terhadap individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, mengembangkan masa depannya yang sesuai dengan bentuk kehidupannya yang diharapkan. Lebih lanjut dengan layanan bimbingan karir individu mampu membentuk dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya sehingga mereka mampu mewujudkan dirinya secara bermakna.

 4. Bimbingan Keluarga
Bimbingan keluarga merupakan upaya pemberian bantuan kepada para individu sebagai pemimpin/anggota keluarga agar mereka mampu menciptakan keluarga yang utuh dan harmonis, memberdayakan diri secara produktif, dapat menciptakan dan menyesuaikan diri dengan norma keluarga, serta berperan/berpartisipasi aktif dalam mencapai kehidupan yang bahagia.
Seiring dengan berkembangnya iklim kehidupan yang semakin kompleks dan sasaran bantuan yang semakin beragam, maka dewasa ini telah terjadi pergeseran orientasi bimbingan, yaitu dari yang bersifat klinis (clinical approach) menjadi perkembangan (developmental approach). Bimbingan perkembangan ini bersifat edukatif, pengembangan dan outrech. Edukatif , karena titik berat layanan bimbingan ditekankan pada pencegahan dan pengembangan, bukan korektif atau terapeutik, walaupun layanan tersebut juga tidak diabaikan, pengembangan, karena titik sentral sasaran bimbingan adalah perkembangan optimal seluruh aspek kepribadian individu denagan strategi/upaya pokoknya memberikan kemudahan perkembangan melalui perekayasaan lingkungan perkembangan. Outrech, karena target populasi layanan bimbingan tidak terbatas pada individu yang bermasalah, tetapi semua aspek kepribadianya dalam semua konteks kehidupanya (masalah, target intervensi, setting metode, dan lama waktu layanan). Teknik bimbingan yang digunakan meliputi teknik-teknik pembelajaran, pertukaran informasi, bermain peran, tutorial, dan konseling (muro and kottman, 1995:5).
Bimbingan perkembangan dilingkungan pendidikan merupakan pemberibatuan kepada seluruh peserta didik yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya mereka dapat memahmi dirinya(potensi dan tugas-tugas perkembanganya), dan memahami lingkunganya sehingga mereka mampu mengarahkan diri, menyesuaikan diri secara dinamis dan konstruktif terhadap terhadap norma yang berlaku atau tuntutan lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, dan lingkungan kerja yang akan dimasukinya kelak. Melalui pemberian layanan bimbingan mereka diharapkan dapat menjadi lebih produktif, dapat menikmati kesejarahteraan hidupnya, dan dapat memberikan sumbangan yang berarti kepada keluarga, sekolah, lembaga tempat mereka bekerja kelak, serta masyarakat pada umumnya.


[1] W.s. winkel. Bimbingan dan konseling di institusi pendidikan. Hal: 125
[2] Samsul yusuf dan A. Juntika nur ihsan. Landasan bimbingan dan konseling hal: 11
[3] W.s. winkel. Bimbingan dan konseling di institusi pendidikan. Hal: 126-127
[4] Samsul yusuf dan A. Juntika nur ihsan. Landasan bimbingan dan konseling hal: 11

0 comments:

Post a Comment